CEO CP tetap optimis meskipun ada kekhawatiran inflasi.

CEO CP tetap optimis meskipun ada kekhawatiran inflasi.

Jumlah tampilan:252Waktu Publikasi: 28 Januari 2022

 

Kepala Charoen Pokphand Group (CP) mengatakan Thailand sedang berupaya menjadi pusat regional di beberapa sektor meskipun ada kekhawatiran hiperinflasi dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi negara tersebut pada tahun 2022.

 

Kekhawatiran akan hiperinflasi muncul dari kombinasi beberapa faktor, termasuk ketegangan geopolitik AS-Tiongkok, krisis pangan dan energi global, potensi gelembung mata uang kripto, dan suntikan modal besar-besaran yang terus berlanjut ke ekonomi dunia untuk menjaganya tetap bertahan selama pandemi, kata kepala eksekutif CP, Suphachai Chearavanont.

 

Namun setelah mempertimbangkan pro dan kontra, Bapak Suphachai yakin tahun 2022 akan menjadi tahun yang baik secara keseluruhan, terutama bagi Thailand, karena kerajaan ini memiliki potensi untuk menjadi pusat regional.

 

Ia beralasan bahwa ada 4,7 miliar orang di Asia, kira-kira 60% dari populasi dunia. Jika hanya mengecualikan ASEAN, Tiongkok, dan India, populasinya menjadi 3,4 miliar.

 

 

Pasar khusus ini masih memiliki pendapatan per kapita yang rendah dan potensi pertumbuhan yang tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya seperti AS, Eropa, atau Jepang. Pasar Asia sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi global, kata Bapak Suphachai.

 

Oleh karena itu, Thailand harus memposisikan diri secara strategis untuk menjadi pusat, dengan menampilkan prestasinya di sektor produksi pangan, medis, logistik, keuangan digital, dan teknologi, katanya.

 

Selain itu, negara harus mendukung generasi muda dalam menciptakan peluang melalui perusahaan rintisan di bidang teknologi maupun non-teknologi, kata Bapak Suphachai. Hal ini juga akan membantu mewujudkan kapitalisme inklusif.

 

“Upaya Thailand untuk menjadi pusat regional mencakup pelatihan dan pengembangan di luar pendidikan perguruan tinggi,” katanya. “Ini masuk akal karena biaya hidup kita lebih rendah daripada Singapura, dan saya percaya kita mengungguli negara lain dalam hal kualitas hidup juga. Ini berarti kita dapat menyambut lebih banyak talenta dari ASEAN dan Asia Timur serta Selatan.”

 

Namun, Bapak Suphachai mengatakan salah satu faktor yang dapat menghambat kemajuan adalah gejolak politik domestik negara itu, yang dapat menyebabkan pemerintah Thailand memperlambat pengambilan keputusan penting atau menunda pemilihan umum berikutnya.

c1_2242903_220106055432

Pak Suphachai yakin tahun 2022 akan menjadi tahun yang baik bagi Thailand, yang memiliki kapasitas untuk berperan sebagai pusat regional.

“Saya mendukung kebijakan yang berpusat pada transformasi dan adaptasi di dunia yang berubah dengan cepat ini karena kebijakan tersebut mendorong lingkungan yang memungkinkan pasar tenaga kerja yang kompetitif dan peluang yang lebih baik bagi negara. Keputusan penting harus dibuat tepat waktu, terutama mengenai pemilihan umum,” katanya.

 

Mengenai varian Omicron, Bapak Suphachai percaya bahwa varian ini dapat bertindak sebagai "vaksin alami" yang dapat mengakhiri pandemi Covid-19 karena varian yang sangat menular ini menyebabkan infeksi yang lebih ringan. Semakin banyak penduduk global yang terus divaksinasi untuk melindungi diri dari pandemi, katanya.

 

Bapak Suphachai mengatakan salah satu perkembangan positif adalah negara-negara besar dunia kini menanggapi perubahan iklim dengan serius. Keberlanjutan dipromosikan dalam pengerjaan ulang infrastruktur publik dan ekonomi, dengan contoh-contoh termasuk energi terbarukan, kendaraan listrik, daur ulang dan produksi baterai, serta pengelolaan limbah.

 

Upaya untuk menghidupkan kembali perekonomian terus berlanjut, dengan transformasi dan adaptasi digital sebagai garda terdepan, katanya. Bapak Suphachai mengatakan setiap industri harus menjalani proses digitalisasi yang penting dan menggunakan teknologi 5G, Internet of Things, kecerdasan buatan, rumah pintar, dan kereta api berkecepatan tinggi untuk logistik.

 

Irigasi cerdas dalam pertanian adalah salah satu upaya berkelanjutan yang membangkitkan harapan bagi Thailand tahun ini, katanya.

Keranjang Pertanyaan (0)