Cetakan cincin dan cangkang rol: Penentuan parameter kritis

Cetakan cincin dan cangkang rol: Penentuan parameter kritis

Jumlah tampilan:252Waktu Publikasi: 2022-05-13

Cetakan cincin dan rol pada mesin pelet merupakan bagian kerja yang sangat penting dan mudah aus. Konfigurasi parameter dan kualitas kinerjanya yang rasional akan secara langsung memengaruhi efisiensi produksi dan kualitas pelet yang dihasilkan.
Hubungan antara diameter cetakan cincin dan rol penekan dengan efisiensi produksi dan kualitas mesin pelet:
Mesin pelet dengan cetakan cincin berdiameter besar dan rol tekan dapat meningkatkan area kerja efektif cetakan cincin dan efek pemerasan rol tekan, yang dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi biaya keausan dan biaya operasional, sehingga material dapat melewati proses granulasi secara merata, menghindari ekstrusi berlebihan, dan meningkatkan hasil produksi mesin pelet. Pada suhu pendinginan dan temper serta indeks daya tahan yang sama, penggunaan cetakan cincin dan rol tekan berdiameter kecil dan cetakan cincin dan rol tekan berdiameter besar menunjukkan perbedaan konsumsi daya yang signifikan. Oleh karena itu, penggunaan cetakan cincin dan rol tekan berdiameter besar merupakan langkah efektif untuk mengurangi konsumsi energi dalam granulasi (namun hal ini bergantung pada kondisi material dan kebutuhan granulasi tertentu).

Kecepatan Rotasi Cetakan Cincin:
Kecepatan putaran ring die dipilih sesuai dengan karakteristik bahan baku dan ukuran diameter partikel. Berdasarkan pengalaman, ring die dengan diameter lubang die kecil sebaiknya menggunakan kecepatan linier yang lebih tinggi, sedangkan ring die dengan diameter lubang die besar sebaiknya menggunakan kecepatan linier yang lebih rendah. Kecepatan linier ring die akan memengaruhi efisiensi granulasi, konsumsi energi, dan kekerasan partikel. Dalam rentang tertentu, semakin tinggi kecepatan linier ring die, semakin tinggi output, semakin tinggi konsumsi energi, dan semakin tinggi kekerasan partikel serta indeks laju penghancuran. Secara umum diyakini bahwa ketika diameter lubang die 3,2-6,4 mm, kecepatan linier maksimum ring die dapat mencapai 10,5 m/s; sedangkan untuk diameter lubang die 16-19 mm, kecepatan linier maksimum ring die harus dibatasi hingga 6,0-6,5 m/s. Dalam kasus mesin multiguna, tidak tepat untuk hanya menggunakan satu kecepatan linier ring die untuk berbagai jenis kebutuhan pemrosesan bahan baku. Saat ini, fenomena umum yang terjadi adalah kualitas granulator skala besar tidak sebaik granulator skala kecil ketika memproduksi granula berdiameter kecil, terutama dalam produksi pakan ternak dan unggas serta pakan ikan dengan diameter kurang dari 3 mm. Alasannya adalah kecepatan putaran ring die terlalu lambat dan diameter roller terlalu besar, faktor-faktor ini akan menyebabkan kecepatan perforasi bahan yang ditekan terlalu cepat, sehingga memengaruhi kekerasan dan indeks tingkat penghancuran bahan.

Parameter teknis seperti bentuk lubang, ketebalan, dan tingkat pembukaan cetakan cincin:
Bentuk lubang dan ketebalan cetakan cincin sangat berkaitan dengan kualitas dan efisiensi granulasi. Jika diameter lubang cetakan cincin terlalu kecil dan ketebalannya terlalu tebal, efisiensi produksi rendah dan biaya tinggi, sebaliknya partikel akan mudah lepas, yang memengaruhi kualitas dan efek granulasi. Oleh karena itu, bentuk lubang dan ketebalan cetakan cincin merupakan parameter yang dipilih secara ilmiah sebagai prasyarat produksi yang efisien.
Bentuk lubang pada cetakan cincin: Bentuk lubang cetakan yang umum digunakan adalah lubang lurus, lubang bertingkat terbalik, lubang pelebaran tirus luar, dan lubang bertingkat transisi tirus depan.
Ketebalan cetakan cincin: Ketebalan cetakan cincin secara langsung memengaruhi kekuatan, kekakuan, efisiensi granulasi, dan kualitas cetakan cincin. Secara internasional, ketebalan cetakan adalah 32-127 mm.
Panjang efektif lubang cetakan: panjang efektif lubang cetakan mengacu pada panjang lubang cetakan untuk ekstrusi material. Semakin panjang panjang efektif lubang cetakan, semakin lama waktu ekstrusi di dalam lubang cetakan, dan semakin keras serta kuat pelet yang dihasilkan.
Diameter lubang masuk kerucut pada cetakan: diameter lubang masuk bahan harus lebih besar daripada diameter lubang cetakan, yang dapat mengurangi hambatan masuk material dan mempermudah masuknya material ke dalam lubang cetakan.
Tingkat pembukaan cetakan cincin: Tingkat pembukaan permukaan kerja cetakan cincin sangat berpengaruh terhadap efisiensi produksi granulator. Dalam kondisi kekuatan yang cukup, tingkat pembukaan harus ditingkatkan semaksimal mungkin.

Keranjang Pertanyaan (0)